Hidup (mungkin) memang tak adil

“Ah! Hidup ini memang tak adil” , “kenapa Allah tidak pernah mengerti aku” Pernahkan kalian mendengar kata-kata seperti itu di sekililing anda? Atau mungkin kalimat itu malah terlontar dari mulut kalian sendiri? Hmmm.. Benarkah Allah ini tidak adil? Kita Mempertanyakan keadilan Allah …. salahkah ? Karena saya yakin Allah Maha Penyayang yang mau mendengar setiap keluh kesah ciptaan-Nya. Standar keadilan Allah sangat jauh berbeda dengan keadilan menurut manusia. Mempertanyakan keadilan-Nya adalah tidak selayaknya bagi kita.  Pasti ada makna dibelakang rencana Allah. Tak ada yang tahu. Hidup ini penuh misteri..

Pernah tidak berpikir, kita bayar di sebuah minimarket. Kembalinya dikasih permen, tetapi kenapa kita nggak bisa membayar pake permen? Dunia sungguh tidak adil.  Zaman dulu, hal tersebut adil karena dinamakan barter. Bumi berputar dengan cepat, waktu pun berjalan. Semua itu berubah, barter udah nggak jaman. Sekarang jamannya serba pake duit.

Kita ambil contoh lain, pada musim pendaftaran sekolah ke jenjang yang lebih tinggi seperti sekarang ini. Banyak murid yang (sebenarnya) lebih pantas masuk ke sekolah yang sesuai mereka inginkan namun tersingkir karena orang yang memang lebih pintar atau memang lebih “cerdik”.  Disaat musim ujian, kita yang berusaha setengah mati belajar untuk menghadapi ujian, namun hasil yang didapat tidak maksimal. Namun, teman kita yang tidak pernah belajar dan pada saat ujian, dia mencontek, malah mendapatkan hasil yang menakjubkan.

Begini, terkadang memang hidup ini tidak adil. Terlebih karna kita hidup di negara yg penuh dengan tdk adilan. Terkadang kita merasa bahwa apa yang kita jalani itu tidak adil. Merasa adil memang suatu hal yang susah. Kenapa kita yang berusaha kerja dengan sepenuh hati dan sekuat tenaga, namun hasil yang didapatkan hanya sedikit ? Sedangkan orang yang melakukan kecurangan maupun korupsi, bisa menikmati kehidupan yang begitu mewah ? Pertanyaan yang selalu menghinggapi kita adalah sampai kapan kita menerima kehidupan seperti ini ? Sampai kapan kita bisa menikmati hasil yang kita lakukan ? Sampai kapan.. Sampai Kapan… Pertanyaan ini seperti tidak akan habisnya..

Di Indonesia ini menurut saya masih menggunakan persepsi “hasil lebih penting daripada proses” dimana-mana sering terjadi tindakan “curang” untuk mencapai tujuan mereka entah dalam hal apa-pun itu. Padahal bukankah “proses jauh lebih penting daripada hasil?” Bukan menjadi rahasia umum lagi jika masih saja ada “serangan fajar”meskipun tiap tahun katanya lebih ketat pengawasannya. Lantas untuk apa diadakan Ujian Nasional? Untuk mengukur kemampuan siswa? Ya.. tapi akan lain ceritanya jika masih banyak tersebar joki UNAS. Mungkin UNAS ini hanya sebagai “jembatan” untuk ke jenjang selanjutnya. Atau sekarang memang jamannya serba pake duit? Haha.
Back to topic, Sebenarnya, kita sebagai manusia selalu merasa bahwa beban hidup kita sangat lah berat dibanding dengan oranng lain. Namun, pada kenyataannya beban yang saya pikul sekarang ini tidak ada apa-apanya jika dibandingkan dengan masalah yang sedang dihadapi oleh orang lain. Cobalah untuk lebih bersyukur atas apa yang telah diberikan Allah untuk kita.
Jangan Biasakan menyalahkan orang lain atas masalah yang kita hadapi ,apalagi ALLAH ,bukan mendapatkan jalan keluar, malah kita tambah sakit hati.

Hidup penuh perjuangan dan ujian. Setiap kita yg lahir ke dunia pasti akan menjalaninya. Yang kaya diuji dgn kekayaannya, yg miskin diuji dgn kemiskinannya, yg sehat dan gagah perkasa jg diuji dgn kesehatan dan keperkasaannya, begitupun yang cacat maupun sakit itu juga ujian yg harus dijalaninya, semua tergantung tingkat keimanan kita dalam menerima semua ujian tsb. Kalau imannya lemah, maka yg yg kaya dan perkasa akan timbul kesombongan dan takabur, padahal sombong hanya milik Allah, sedangkan yg miskin dan ditimpa musibah (bencana/sakit) kalau kurang sabar dan ikhlas yg muncul adalah rasa putus asa, ingkar dan ujung2nya berburuk sangka pada Allah, menggangap kalau Allah tdk adil.

Mungkin bukan hidup yang tidak adil.. kita yang slalu egois dan mau menang sndiri.. kita juga slalu ingin dimengerti.. tapi tidak pernah mau mengerti…
Kita tidak pernah tahu apa yang kita hadapi di masa yang akan datang. Namun Tuhan tidak pernah diam, sesuatu akan indah pada waktunya. Itulah janji Tuhan pada kita. Saya percaya, bahwa Allah punya jalan yang indah buat kita. Saya percaya, apa yang saya kerjakan itu tidak pernah sia-sia. Pasti akan ada hasilnya. Entah itu kapan. I believe that. 

Memang, percaya tidak hanya sekedar bisa diterima begitu saja. Sedih dan merasa capek dengan hidup ini pasti akan selalu menghinggapi kita. Tangis air mata seperti tidak mampu menahan rasa sedih akibat perasaan ketidakadilan yang selalu hinggap dalam diri kita. 

Tapi, satu hal. Semua yg Allah berikan pada hambanya pasti ada hikmahnya, di balik kesulitan pasti ada kemudahan, di balik kesedihan pasti tersimpan sebuah kebahagiaan. Walau kebahagiaan dunia tdk ditemui insya Allah nanti di surgaNya adlh kebahagiaan yg abadi. Semoga kesabaran, keikhlasan, keimanan dan tawakal kepada Allah selalu menyertai kita semua. Jangan putus asa untuk berdoa, dan berbaik sangkalah kepada Allah

Sekali lagi, Percayalah… Percayalah akan janji Tuhan buat umat manusia. Cepat atau lambat Tuhan pasti akan menggenapi janjinya kepada kita.


3 comments:

  1. Bersyukurlah, maka nikmat itu akan ditambah ~ al-Ayat

    ReplyDelete
  2. Walah, semua orang berpikir bahwa ujiannya orang kaya adalah lebih mudah daripada ujiannya orang miskin. (KAYA) BERSYUKUR LEBIH MUDAH DARIPADA (MISKIN) BERSABAR.

    Walah, semua orang berpikir bahwa ujiannya orang pintar adalah lebih mudah daripada ujiannya orang bodoh. (PINTAR) BERSYUKUR LEBIH MUDAH DARIPADA (BODOH) BERSABAR.

    ANJING...!

    ReplyDelete