Aku merasa seperti layangan yang dia tarik ulur sesuka hatinya.
Dia ajak aku terbang, menembus hamparan angkasa yang biru.
Dengan sederhana, dia buatku bahagia.
Aku melenggang dengan senyum merekah menyusuri langit
Namun ternyata bahagia yang dia beri hanyalah semu.
Aku tak percaya, semua yang dia beri itu palsu.
Dulu dia ajak ku melayang tinggi namun kini dia hempaskan aku.
Aku tak lagi menjadi pelangi yang dia nanti
Aku tak lagi menjadi senjanya
Seperti ada petir yang menyambar yang memisahkan kita.
Semenjak  dia pergi, pena ini tak dapat lagi menuliskan bait-bait puisi lagi.
Mungkin aku akan terus berdiri sendiri bermain dengan khayalan sampai ia sadar dialah yang selalu aku harapkan
Read more »

Raining Animals


Pernah dengar ada ikan atau katak yg jatuh ikut bersama air hujan? Yup! itu bukan hoax. Tapi kenapa bisa gitu ya? read this!

Raining animals is a rare meteorological phenomenon in which flightless animals "rain" from the sky. Such occurrences have been reported in many countries throughout history. One hypothesis offered to explain this phenomenon is that strong winds traveling over water sometimes pick up creatures such as fish or frogs, and carry them for up to several miles.[1] However, this primary aspect of the phenomenon has never been witnessed or scientifically tested. Sometimes the animals survive the fall, suggesting the animals are dropped shortly after extraction. Several witnesses of raining frogs describe the animals as startled, though healthy, and exhibiting relatively normal behavior shortly after the event. In some incidents, however, the animals are frozen to death or even completely encased in ice. There are examples where the product of the rain is not intact animals, but shredded body parts. Some cases occur just after storms having strong winds, especially during tornadoes.
However, there have been many unconfirmed cases in which rainfalls of animals have occurred in fair weather and in the absence of strong winds or waterspouts.
The English language idiom "it is raining cats and dogs", referring to a heavy downpour, is of uncertain etymology, and there is no evidence that it has any connection to the "raining animals" phenomenon.
Note that this is a regular occurrence for birds, which can get killed in flight, or stunned, and then fall (unlike flightless creatures, which first have to be lifted into the air by an outside force). Sometimes this happens in large groups, for instance, the blackbirds falling from the sky in Beebe, Arkansas, United States on December 31, 2010.[2] It is common for birds to become disoriented (for example, because of bad weather or fireworks) and collide with objects such as trees or buildings, killing them or stunning them into falling to death. The number of blackbirds killed in Beebe is not spectacular considering the size of their congregations, which can be in the millions.[3] The event in Beebe, however, captured the imagination and led to more reports in the media of birds falling from the sky across the globe, such as in Sweden and Italy,[4] though many scientists claim such mass deaths are common occurrences but usually go unnoticed

sumber: http://en.wikipedia.org/wiki/Raining_animals
Read more »

Apakah ini makna dari semua senyum manismu? [Part IV]

Satu bulan kemudian, tanpa cinta…

Senja telah silam. Kenangan itu terurai kembali dan aku mematut sedih. Segaris masa lalu membawa hati pada sebuah penghujung. Kebersamaan itu. Sore ini aku berniat menemuimu. Angin mulai berhembus, menggelitik kulitku. Langkahku terhenti. Aku tak sanggup lagi berlama-lama sendiri tanpa sosokmu. Aku rindu. Terlebih aku rindu senyuman indahmu itu…

"Maafkan aku, selama ini aku telah salah menilaimu.”

Tak ada jawaban.

“Hei.. kau masih disana kan? Kau benar-benar tak mau memaafkanku?”
Sudah kesekian kalinya aku bersimpuh di hadapannya hanya untuk meminta maaf tapi dia tetap diam enggan untuk mengucap sepatah katapun.

“Aku benar-benar minta maaf.  Aku tau aku yang salah.”

Aku masih ingin mencoba meminta maaf padamu, meskipun aku tahu kau akan tetap membisu....

***

“Bodoh! Kau selalu mengambil kesimpulan terlalu cepat. Sekarang apa? Kau terlambat, Nad.”
“Tapi dia tidak pernah cerita hal ini, dan kau kenapa kamu tidak pernah cerita padaku? Kau kan sahabatku, Bell!!!”
"Kau sudah tahu aku sahabatmu, kenapa kau masih curiga padaku? Kenapa kau cemburu padaku? Kau tak pernah mau mendengar penjelasan dariku. Sudah lama Aldo mengidap penyakit ini. Dia cerita padaku. Dia nggak mau buat kamu sedih karena leukimianya. Dia takut, kamu mencintainya hanya karena kau mengasihaninya tanpa ada rasa cinta yang tulus di sisa umurnya ini. Makanya dia selalu memintaku untuk menemaninya berobat. Toh aku tak selalu berduaan. Ada sepupunya juga. Kau tahu kan? Asal kau tahu, Nad dibalik senyuman Aldo sesungguhnya ada kesedihan mendalam disana.

Dia berusaha untuk sembuh. Dia berusaha untuk melawan penyakitnya agar tetap bisa menjalani hari-harinya bersamamu. Hingga pada suatu malam, kau memutuskan untuk mengakhiri hubungan kalian. Seketika itu kondisi Aldo ngedrop. Dia tak tahu harus berbuat apa. Rasanya percuma berlama-lama di dunia ini tanpa sosokmu, Nad…”

Aku hanya diam terpaku mendengar penjelasan Bella. Dan.. seketika itu isak tangisku memecah ruangan ini.. sekarang siapa yang bodoh? Aku. Aku yang bodoh, Do! Aku tak pernah sadar ternyata selama ini kebahagiaanmu itu hanyalah semu. Senyumanmu… semua itu palsu! Kau hanya ingin seolah-olah kau bahagia. Kenapa kamu melakukan ini? Seharusnya kamu jujur sama aku, Do 

***

Terlintas sejuta kenanganku berasama Aldo. saat pertama kali kita bertemu saat itu juga tumbuh benih cinta. Saat kau mengungkapkan perasaanmu kepadaku. kau yang selalu hadir di setiap ku menatap langit-langit kamarku, bayanganmu yang selalu hadir disetiap anganku, wajahmu yang selalu menghantui sepiku. Hiks..kini semua itu tinggal kenangan.

Begitu cepat semuanya berakhir. Sepertinya leukemia cemburu akan kebersamaanku dengan Aldo, hingga dengan ganasnya dia tega memisahkan jarak antara Aldo dan aku. Tuhan.. apa salahku? Hingga kau ambil malaikat penjagaku. Aku tergolek lesu. Bulir air mataku tak henti-hentinya jatuh membasahi tanah tempat kau berbaring. Rasanya aku tak kuasa lagi menahannya. Tapi setidaknya rintik hujan ini dapat menutupiku yang sedang menangis ini. Aku tak ingin terlihat sedih olehmu. Kupeluk erat nisanmu, lalu kuletakkan seikat bunga mawar disitu.

“Aku akan selalu mencintaimu, Do. Aku tulus mencintaimu. Aku akan kembali lagi besok.”

Kucium nisannya, kemudian aku pulang berteman hujan. Sial! Guyuran hujan kali ini pun tak dapat membasuh luka batinku.

-END-
Read more »

Apakah ini makna dari semua senyum manismu? (Part III)


Senin, 22 Oktober 2012

Sinar mentari mulai menerobos melewati celah-celah jendela kamarku. Kubuka mataku. Kulihat jam doraemonku; jam 8. Aku langsung terperanjat. Aku baru ingat, hari ini ada kuliah pagi. “Ah sial! Telat nih. Oh God..”
Segera kupaksakan tubuhku beranjak meninggalkan tempat tidurku. Aku segera menuju ke kamar mandi. Kupakai kemeja biruku. Sambil menuruni tangga, aku mengenangakan jam tangan.

“Telat bangun lagi?” Kulihat Ibu sudah siap memberiku roti, aku hanya meringis lalu ku kecup keningnya.
“Thanks, Mom aku berangkat dulu ya!”
“Dasar anak muda! Hati-hati, Nad.” Jawabnya.

Entah, pagi ini sangat kacau. Begitupun pikiranku saat ini. Bayanganmu tak henti-hentinya menari-menari di pikiranku. Aku berlari menyusuri koridor kelasku. Kulirik jam tanganku; jam  09.15.

BRAK!

“Aduuh. Gimana sih! liat-liat dong kalau jalan” Cerocos cewek di depanku.
“Eh sori, lagi buru-buru nih. Kamu gapapa kan?” jawabku
“Gapapa gimana?  Jadi kotor kan bajuku! Ih.” Bentaknya
“Hei hei ada apa nih? Pagi-pagi kok udah ribut?. Nadia! Kamu terlambat masuk kelas saya?”
“Nggh eh nggh anu pak.."
“Apa lagi? Ayo cepat masuk sana!”
“Baik pak, maaf."

Aku segera berlari kecil menuju kelas. Hhh sedikit lega akhirnya tidak berurusan panjang dengan cewek judes itu. Tapi.. dia siapa ya? Kok tidak pernah lihat di kampus ini. Mahasiswi baru kali ya. Ah bodoh amat deh!

***

Masih tersisa 5 menit lagi untuk menanti bel pulang. Rasanya tak sabar lagi untuk merebahkan tubuhku ke kasur!

Bip bip.
Message from: Dea
Jangan pulang dulu. Aku tunggu di DPR.

“Duh! Mau apa lagi sih ini anak?”
Teeett….

***

“He Ada apasih?”
“Gawat Nad.. Gawaaattt!!”
“Apanya?”
“Ikut gue sekarang juga”
“Eh eh ada apasih? Jangan main paksa gini dong.”
“Udah deh, ntar lo juga tau”

***

“Ngapain ke Rumah Sakit, Dea cantik? Siapa yang sakit?”
“Huss.. liat tuh”

Mataku mengikuti jari telunjuk si Dea. Disana kutemukan sosok Bella dan Aldo! Hah? ALDO? Ngapain sama Bella? Dan satu lagi cewek bertubuh tinggi yang tak asing bagiku… Kucoba mengingat-ingat siapa cewek itu..

“Ah! Itukaaaan cewek yang tadi pagi! Kok bisa sama Bella sih? Itu apanya Bella? Ngapain ada Aldo juga? Gue harus turun!”
“Eeeeh tunggu Nad, kita di mobil aja dulu”
“Lo kenal nggak sama cewek itu?”
“Mana? Sepupunya Aldo? Kak Saras? Lo nggak pernah diceritain Aldo?”
“Oh jadi itu sepupunya Aldo? pantes tadi dia ke kampus. Tapi kok lo tau?”
“Iya lah dia itu temennya kakak gue sekaligus pacarnya kakaknya si Bella. Kayaknya kak Saras tadi nyari si Bella di kampus”
“Oh gitu to.. Eh eh Bella ngapain tuh gandengan tangan sama Aldo? Nggak bisa nggak bisa. Gue harus turun De!!”

Aku semakin mempercepat langkahku ke arah mereka.

PLAK!!

“Jadi ini yang membuat kamu sibuk akhir-akhir ini, Do? Bell, lo tega ya udah nusuk sahabat lo sendiri. Busuk lo Bell. Ternyata bener selama ini gue udah curiga sama lo. Congrat deh buat kalian!”

“Nad.. tunggu nad. Aku bisa jelasin ini semua…” Kata Aldo mencoba menghentikan langkahku.

“Nggak ada yang perlu dijelasin!! Ayo De kita pulang”

“Nad.. Tung.. tunggu uhuk uhuk..” suara Aldo mulai memudar.

“Lo nggak apa Nad? Nad Aldo pingsan Nad!!”

“Udah cepet anter gue pulang! Itu sandiwaranya dia aja!! Gue udah muak!” bentakku.

***

Lengkap sudah penderitaanku ini. Sudah kesekian kalinya aku menangis gara-gara Aldo.Aku benar-benar kecewa. Aku telah memberikan tempat terbaik untuk Aldo, tapi begitu mudahnya dia menghancurkannya. Bodoh!

Bip bip

Message from : Aldo
“Nad, aku nggak ada apa-apa sama Bella Nad. Ini tadi hanya salah paham.Hatiku tetap utuh mencintaimu, Nad. Maaf akhir-akhir ini aku memang sibuk. Karena memang ada beberapa hal yang harus aku lakukan.”

“Kurasa kini Kita sudah berbeda, Do. Kita tidak ada kesatuan lagi. Tidak seperti dulu lagi. Semoga kau bahagia :’)”

“Tidak Nad. Aku janji tidak akan mengulangi kesalahanku. Maafkan aku, Nad. Beri aku 1 kesempatan lagi, aku masih ingin terus bersamamu..”

“Jika tak ada lagi cinta, maka jangan berjanji lagi tentang kita. Aku telah memaafkanmu sejak dulu, bahkan sebelum kau minta maaf padaku. Jaga sahabtaku, Bella baik-baik Do”

Kumatikan benda kecil ku itu; HP. aku tak ingin terlarut terus oleh kesedihan ini. Aku sudah terlalu capek. Semua berubah. Bukankah seharusnya senyum itu hanya milikku ? Bukankah harusnya kau hanya mempelihatkan senyum itu padaku ? Kenapa sekarang semuanya berbeda?

Bersambung...

Read more »

Aku mau ini pestaku


Hari senin, 20 Oktober 2012.
Pukul 19.00 aku masih saja sibuk mencari gaun terbaikku untuk aku kenakan nanti.  Hingga akhirnya gaun biru dengan sentuhan glamour menjadi pilihanku. Segera ku rias wajahku. Ku goreskan lipstik di bibirku mungilku. Dengan segera kunyalakan mobil sedanku, kulirik jam tanganku; jam 20.20 aku harap aku tidak terlambat.
Sesaat kupandangi rumah yang megah di hadapanku. Banyak bunga-bunga ucapan selamat menghiasi rumah itu. Kulangkahan kakiku menuju ke aula tengah, suasana disini syahdu sekali. Pandanganku langsung tertuju pada sepasang kekasih, Ah wanita itu cantik sekali. Aku tak ada apa-apanya dibandingkan dengannya. Dia sedang bercanda dengan manjanya kepada suaminya. Seketika ada perasaan berkecamuk yang muncul di hatiku.
Aku menginginkan ini pestaku bukan kau dan dia tapi aku bisa apa kalau hatimu hanya untuknya. Bukan untukku. Cemburu! memang aku cemburu. Tapi aku sudah berjanji pada diriku sendiri untuk dapat menahan perasaanku ini. Biarlah aku saja yang tahu Aku bisa apa? Aku tidak ingin merusak pesta kalian dengan rasa cemburuku ini. Ini pilihanmu, Aku hanya bisa berdoa agar kau bahagia bersamanya, karna bahagiamu; bahagiaku juga.
“Selamat menempuh hidup baru, Dan. Semoga kau bahagia. Jaga istrimu baik-baik”
Dari teman lamam yang sejak lama mengagumimu, Maria

#FF2in1 ~ Flash Fiction 2in1 Sesi 8 Oktober 2012 (2)
Read more »